Minggu, 26 Juni 2011

Seperti itulah Sahabat....





“Sahabat seperti malaikat yang selalu  berada disisi kita. Meski ia hanya diam dan kau tak menyadarinya, bukan berarti ia tak peduli. Ia akan selalu mendengarkankan keluhmu dan tetap disampingmu, hingga kau merasa dirimu lebih baik.”

Bumi Allah, 26 Juni 2011

Hari ini sahabatku kembali menangis. Aku belum tahu apa sebabnya, namun ia tidak tampak seperti biasanya. Ia lebih banyak diam dan menghindari sekitarny, ia menghapus air matanya berharap kekecewaan yang ia rasakan pun bisa ia hapus dengan begitu mudahnya.

Aku membiarkannya sejenak sendiri, tapi aku tak bisa terus mengabaikannya.  Aku merasa kehilangan canda dan tawanya, meski itu hanya sesaat.  Perlahan aku mendekatinya yang dari tadi hanya menunduk menghapus air matanya. Aku memperkenankan diriku untuk duduk disampingnya meski aku hanya berdiam dan menanti dirinya bicara.

“Apakah aku terlihat sering menangis?”

Pertanyaannya membuatku bingung untuk menjawab.  Bagiku menangis tak selamanya terlihat buruk, karena aku pun sering menangis jika aku merasa aku sudah tak mampu menahan perasaanku di dalam hati.

Aku hanya menjawab “ kau tak perlu menyembunyikan tangismu, menangislah hingga kau lega”

Ia merasa jauh lebih baik setelah ia menangis dan mengungkapkan rasa kecewanya. Mengumpamakan diriku jika berada di posisinya sekarang. Aku belajar banyak, aku bisa sedikit merasakan apa yang ia rasakan. Dan benar, beban itu terlalu berat untuk kau rasakan sendiri. Kau dapat membaginya denganku, sahabat...

Kau bisa menangis sepuasmu dan kau bisa meluapkan emosimu. Karena aku takkan bicara sedikitpun, aku akan terus berada di sisimu selama yang kau mau.

Kau takkan sendiri. Dan aku, takkan membiarkanmu sendiri.

Kehadiran seseorang bisa terasa begitu berarti, meski ia diam mendengarkanmu dan tersenyum, itu akan terasa jauh lebih baik daripada kau menikmati air matamu sendiri.

Karena, mencoba terlihat tegar, dengan memaksakan diri. Itu bukanlah dirimu.

Terkadang sendiri tidak terlalu menyenangkan.

Dan kau tak perlu merasa sendiri ketika kau bersamaku, jika kau mau.

Kau hanya perlu beberapa menit untuk menangis untuk kemudian kau akan tertawa bersamaku selamanya.

Mungkin kisah cinta yang kau jalani terasa begitu rumit, Sahabat....
Kau tak perlu merasa buruk jika kau sering menangis...
Kau hanya perlu membiarkan sahabat-sahabatmu mengelilingimu dengan senyum mereka, untuk berbagi kecewa & sedih yang kau rasakan...
Seperti itulah sahabat....
Dan aku akan selalu berusaha menjadi sahabat terbaikmu...
Karena sahabat selalu mengajarkanmu  tersenyum ketika senyum itu menghilang dari wajahmu....