Bumi allah, januari 2013
Bersama malam yang dingin
Aku ingin berlari ke sisimu
Jarak ini menyiksaku saat tak ada kabar
darimu
Tapi ketika aku tahu kau baik-baik
saja tanpaku
Aku bisa merasa tenang
Karena , jika suatu saat aku takkan
kembali
Kau akan kuat berdiri disana
Tetap dengan siapa dirimu, dan
kekuatan baru yang akan menopangmu
Untuk terus berjuang dan melangkah
Demi apa yang kau cari dan apa yang
sebenarnya kau harapkan dari dunia ini
Kali ini aku kembali terdiam,
bersama hening malam ini.
Aku terlalu lelah untuk
bercerita, dan terlalu letih untuk mendengar.
Ada apa denganmu, yang
kemarin masih bisa tertawa dan menyapaku dengan canda meski lewat telepon dan instant
messenger, namun,tiba-tiba di waktu yang lalu kau memutuskan kontak denganku.
Baru saja beberapa hari
yang lalu kita berpura-pura tidak terjadi apa-apa setelah sekian bulan kita saling
mengabaikan, terus bersifat kekanakan.
Dan hari ini kau kembali
bersikap seperti itu.
Apa kau tidak lelah?
Apa kau tidak merasa
bosan?
Tidakkah semua ini
memuakkan?
Apakah masa lalu itu
begitu berat untuk kau tinggalkan, sampai-sampai kau tiada henti bersikap
seperti ini. Aku benar-benar tidak mengerti apa yang ada di dalam pikiranmu
(sejak 7 tahun yang lalu).
Apakah kau pikir setelah
marah padamu dengan semua kata-kata kasarku karena semua sikapmu, aku bisa lebih tenang? Aku
bisa melupakanmu, mengabaikanmu?
Tidakkah kau sadar
dengan semua ini kau terus melukaiku, kau terus membuatku sedih.
Jika kau benar-benar
ingin membuangku, jauh dari hidupmu.
Lakukanlah, lakukan
dengan sepenuh hatimu.
ABAIKAN AKU !!!
Lakukanlah :’(
Meski terkadang aku tak
bisa menahan diriku hanya untuk mendengar suaramu.
Bersumpahlah jika kau
akan benar-benar melupakanku, untuk tidak peduli lagi meski di hari itu kau
tidak akan pernah bisa melihatku lagi untuk selamanya.
Tanyakan pada hatimu,
apakah kau bisa?
Apakah kau bisa melakukan
apa yang tidak bisa kulakukan sampai saat ini, ya berusaha untuk melupakan
semua tentang kita, berusaha menghancurkan semua yang kuingat tentangmu, kebaikanmu,
ketulusanmu, dan kepolosanmu.
Sejak dulu aku telah
siap menerima apa pun yang akan kuterima darimu
Aku telah siap sejak
pertama kali aku sadar bahwa aku telah menyakiti bahkan mengkhianati semua
janjiku kepadamu
Tapi di balik itu semua
masih tersisa sebuah harapan yang terus kujaga hingga saat ini
Sebuah harapan yang
percaya kau akan memaafkanku dan menerimaku kembali meski sebagai sahabatmu suatu saat nanti, sahabat
yang akan selalu menjagamu, menghiburmu, dan selalu berada di sisimu.
Tiba-tiba aku tersadar
bahwa malam diam-diam menertawakan kebodohanku, dan hujan masih terus saja
menari dengan rintiknya, membuat gelisahku perlahan pergi, bersama bayangmu
yang kini kian memudar, menjauhiku, tak ingin lagi ku raih.
Meski dalam
kesendirian aku mengingat dan merindukanmu, karena kau juga tahu sendiri itu
tidak menyenangkan bukan. ^^
Aku lebih senang
mengingatmu dalam pikiranku, menyimpan semua tentangmu di sudut hatiku.
Tak ingin lagi
membebanimu dengan semua alasanku yang bisa melukai perasaanmu, jika aku terus
menahanmu di sisiku.
Aku sadar aku kini lebih
tenang , dengan sebuah harapan baru yang menawarkan kebahagiaan untukku di masa
depan, kemudian membiarkanmu pergi, membiarkanmu melakukan apa yang kau
inginkan.
Mengetahui kau akan
menemukan “malaikat (angel)” yang akan selalu menjagamu dan berada di sisimu. Hanya dengan itu semua telah membuatku bisa kembali tersenyum. Tersenyum kepada waktu yang telah
mengizinkan kita bisa saling mengenal
satu sama lain.
Dan pada akhirnya semua
cerita dalam hidup ini akan mengantarkan kita kepada kebahagiaan.