Selasa, 24 Agustus 2021


Aku tlah menantimu begitu lama
rindu
seperti bumi kemarau yang menanti tetes-tetes hujan untuk menyejukkannya

Terus berharap suatu saat aku dapat melihatmu
Melihatmu tersenyum menyambutku dengan ratusan tangkai daisy segar
Seperti Janjimu dulu
Ratusan tangkai daisy segar yang menggambarkan rindu kita setiap hari

Aku menginginkanmu
Menginginkanmu terus di sisiku
Sama seperti hujan yang menginginkan lengkungan pelangi indah di akhir tangisnya


Bumi allah, januari 2013
Bersama malam yang dingin

Aku ingin berlari ke sisimu
Jarak ini menyiksaku saat tak ada kabar darimu
Tapi ketika aku tahu kau baik-baik saja tanpaku
Aku bisa merasa tenang
Karena , jika suatu saat aku takkan kembali
Kau akan kuat berdiri disana
Tetap dengan siapa dirimu, dan kekuatan baru yang akan menopangmu
Untuk terus berjuang dan melangkah
Demi apa yang kau cari dan apa yang sebenarnya kau harapkan dari dunia ini

Kali ini aku kembali terdiam, bersama hening malam ini.
Aku terlalu lelah untuk bercerita, dan terlalu letih untuk mendengar.
Ada apa denganmu, yang kemarin masih bisa tertawa dan menyapaku dengan canda meski lewat telepon dan instant messenger, namun,tiba-tiba di waktu yang lalu kau memutuskan kontak denganku.
Baru saja beberapa hari yang lalu kita berpura-pura tidak terjadi apa-apa setelah sekian bulan kita saling mengabaikan, terus bersifat kekanakan.
Dan hari ini kau kembali bersikap seperti itu.

Apa kau tidak lelah?

Apa kau tidak merasa bosan?

Tidakkah semua ini memuakkan?

Apakah masa lalu itu begitu berat untuk kau tinggalkan, sampai-sampai kau tiada henti bersikap seperti ini. Aku benar-benar tidak mengerti apa yang ada di dalam pikiranmu (sejak 7 tahun yang lalu).

Apakah kau pikir setelah marah padamu dengan semua kata-kata kasarku  karena semua sikapmu, aku bisa lebih tenang? Aku bisa melupakanmu, mengabaikanmu?
Tidakkah kau sadar dengan semua ini kau terus melukaiku, kau terus membuatku sedih.

Jika kau benar-benar ingin membuangku, jauh dari hidupmu.
Lakukanlah, lakukan dengan sepenuh hatimu.

ABAIKAN AKU !!!

Lakukanlah :’(
Meski terkadang aku tak bisa menahan diriku hanya untuk mendengar suaramu.

Bersumpahlah jika kau akan benar-benar melupakanku, untuk tidak peduli lagi meski di hari itu kau tidak akan pernah bisa melihatku lagi untuk selamanya.

Tanyakan pada hatimu, apakah kau bisa?
Apakah kau bisa melakukan apa yang tidak bisa kulakukan sampai saat ini, ya berusaha untuk melupakan semua tentang kita, berusaha menghancurkan semua yang kuingat tentangmu, kebaikanmu, ketulusanmu, dan kepolosanmu.

Sejak dulu aku telah siap menerima apa pun yang akan kuterima darimu
Aku telah siap sejak pertama kali aku sadar bahwa aku telah menyakiti bahkan mengkhianati semua janjiku kepadamu

Tapi di balik itu semua masih tersisa sebuah harapan yang terus  kujaga hingga saat ini
Sebuah harapan yang percaya kau akan memaafkanku dan menerimaku kembali meski  sebagai sahabatmu suatu saat nanti, sahabat yang akan selalu menjagamu, menghiburmu, dan selalu berada di sisimu.


Tiba-tiba aku tersadar bahwa malam diam-diam menertawakan kebodohanku, dan hujan masih terus saja menari dengan rintiknya, membuat gelisahku perlahan pergi, bersama bayangmu yang kini kian memudar, menjauhiku, tak ingin lagi ku raih. 

Meski dalam kesendirian aku mengingat dan merindukanmu, karena kau juga tahu sendiri itu tidak menyenangkan bukan. ^^
Aku lebih senang mengingatmu dalam pikiranku, menyimpan semua tentangmu di sudut hatiku.
Tak ingin lagi membebanimu dengan semua alasanku yang bisa melukai perasaanmu, jika aku terus menahanmu di sisiku.

Aku sadar aku kini lebih tenang , dengan sebuah harapan baru yang menawarkan kebahagiaan untukku di masa depan, kemudian membiarkanmu pergi, membiarkanmu melakukan apa yang kau inginkan.

Mengetahui kau akan menemukan “malaikat (angel)” yang akan selalu menjagamu dan berada di sisimu. Hanya dengan itu semua telah membuatku bisa kembali tersenyum. Tersenyum kepada waktu yang telah mengizinkan kita bisa saling mengenal  satu sama lain.


Dan pada akhirnya semua cerita dalam hidup ini akan mengantarkan kita kepada kebahagiaan.


Sabtu, 21 Agustus 2021

Under Moonlight

Malam sunyi di bumi Allah,  28 Juni 2011, 00.12 WIB

Ada sebuah perasaan aneh menyeruak dalam hatiku...
Aneh, menuntut sesuatu...
Aku sadar, aku merindu...
Merindukan sebuah senyuman, merindukan suara yang menentramkan...
Membuatku kian tak bisa memejamkan mata...

Aneh...perasaan yang lucu...